HIV dan AIDS, mungkin kata ini mungkin asing bagi kita. Namun tahukah anda bahwa virus HIV ini sudah sangat dekat dengan kita? Mereka bukan lagi orang asing yang tidak kita kenal lagi. Beberapa diantara mereka adalah ibu rumah tangga, pemuda dan eksekutif muda yang sangat sulit untuk kita tahu. Bahkan untuk tahu angka pasti Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS di Indonesia sangatlah sulit. Sebuah venomena gunung es yang sulit disingkap.
Hal ini memang tidak mengherankan. Maklum saat ini stigma masyarakat terhadap Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS masih sangat menyakitkan. Banyak orang menganggap Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS adalah sampah masyarakat, penyakit maksiat yang pantas dijauhi bahkan dibakar. Bukan hanya pada diri mereka tetapi juga pada keluarga. Padahal Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS juga manusia yang memiliki hak hidup layak bahkan membutuhkan dukungan moral yang lebih dari orang lain. Stigma seperti inilah yang seringkali membuat Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS tidak mau membuka diri. Orang yang terinfeksi HIV tidak dapat diketahui dari penglihatan biasa saja. Pada kenyataannya pengidap HIV terlihat sangat sehat dan masih dapat bekerja dengan baik seperti yang sehat. Ketakutan akan stigma seperti ini juga membuat orang orang yang beresiko tinggi takut memeriksakan diri. Sebab dengan tes HIV berarti ada kepastian untuk mengadapi stigma masyarakat. Padahal kebiasaan hidup beresiko tinggi seperti suka “jajan”, sex tidak aman, menggunakan jarum suntik bergantian (Drugs) dan sebagainya. Ini berarti resiko menularnya viruspun semakin besar. Selain itu, banyak orang yang menyangka dirinya “aman” dari HIV dan AIDS, namun tanpa disadari virus ini telah masuk ke tubuhnya.
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus penyebab AIDS, yang menyerang sistem kekebalan tubuh, hingga si pengidap akan rentan terhadap penyakit lain. Sebelum HIV berubah menjadi AIDS pengidap akan tampak sehatdalam waktu 5 sampai 10 tahun. Meskipun begitu, dia sudah dapat menularkan HIV kepada orang lain melalui hubungan sex yang tidak aman, pemakaian jarum suntik bekas atau secara bergantian atau air susu ibu yang mengandung virus HIV, karena HIV terdapat di dalam cairan darah, air mani, cairan vagina dan air susu ibu.
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan berbagai gejala menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV. Oleh karena itu, orang yang mengidap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit.
HIV dan AIDS memang menakutkan dan belum ada obatnya. Kita perlu waspada agar virus ini tidak menyebar lebih luas lagi. Namun bukan berarti pengidap HIV danAIDS kita musuhi. Hidup sehat, aman, jauhi resiko tertular dan lebih mengenal virus dan cara penyebarannya, adalah cara yang terbaik untuk menjauhkan diri kita dari HIV. Hidup dan masa depan kita adalah tanggung jawab kita sendiri.
Cara Penularan• Kontak seksual (anal, oral, vaginal) yang tidak aman, dengan orang yang telah terinfeksi virus HIV.• Kontak darah» Transfusi yang tidak teruji secara klinis» Penggunaan jarum suntik berulang dan bergantian dengan pengidap HIV dan AIDS» Lain-lain: akupunktur, tindik, tatoo dengan menggunakan jarum yang tidak steril• Ibu ke anak» Proses persalinan yang tidak aman dari ibu yang sudah terinfeksi HIV dan AIDS» Pemberian ASI yang mengandung virus HIV |
|
HIV dan AIDS tidak menular melalui:
Sumber : |