Pengasuh Klinik Mawar (klinik HIV dan AIDS) menyatakan, Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS perlu mendapatkan perhatian dari orang sehat dan menganggap mereka sebagai teman. Bukan justru sebaliknya menjadikannya stigma (cap jelek) di tengah-tengah masyarakat.
“Seorang Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS bukan zamannya lagi dikucilkan. Tapi justru diberikan dukungan semangat hidup agar mereka bisa bertahan secara psikologik sampai ajal menjemputnya,” kata Ketua Tim Klinik Mawar dr. Simanjuntak, kemarin.
Para Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS bukanlah hantu atau gunderuwo yang harus dihindari. Karena penyakit yang bersarang ditubuh mereka, tidak mudah menular ke tubuh orang lain yang sehat.
Penyakit HIV dan AIDS ini hanya menular lewat tiga cara saja. Antaranya, transfusi darah, jarum suntik dan hubungan seksual. Ketigannya merupakan hal utama yang dapat menyebabkan HIV dan AIDS bersarang dalam tubuhnya. Hubungan seks misalnya, hubungan seks dengan seorang yang berjangkit, prosesnya melalui pemindahan cairan badan seperti sperma, atau darah dari tubuh seseorang ke tubuh seseorang yang lain. Melalui darah yang telah dijangkiti HIV, umpamanya menggunakan jarum suntikan yang tidak steril, pemindahan darah atau organ-organ badan. Kemudian bisa juga dari ibu yang telah dijangkiti HIV kepada anaknya semasa kehamilan, kelahiran atau penyusuan.
Sedangkan aktivitas lainnya, seperti berenang bersama orang yang terjangkit HIV dan AIDS, berciuman, bersentuhan dan sebagainya tidak menularkan ke tubuh kita. Ingat katanya, jangkitan HIV tidak seperti virus selesma (flu). Ia tidak bisa berjangkit melalui udara.
“Jadi sekali lagi saya tekankan kita tidak perlu khawatir akan dijangkiti virus HIV melalui pergaulan biasa dengan penghidap HIV. Apalagi sampai menjauhinya,” tekannya lagi.
Dijelaskannya juga, virus HIV hanya bisa hidup dalam tubuh manusia. Ia akan mati bila sudah berada di udara terbuka. “Jadi apa yang diinginkan John (28) seorang penderita HIV dan AIDS pasien kita di sini memang betul. Bahwa di akhir hidupnya tak ingin dikucilkan, Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS ini benar karena yang selama ini terjadi penyakit HIV dan AIDS sering menjadi momok di tengah masyarakat bahkan sudah menjadi stigma,” tambah pengasuh Klinik Mawar saat berada di ruang inap John, beberapa hari lalu. Pengasuh Klinik Mawar (klinik HIV dan AIDS) menyatakan, Orang yang Hidup Dengan HIV dan AIDS perlu mendapatkan perhatian dari orang sehat dan menganggap mereka sebagai teman. Bukan justru sebaliknya menjadikannya stigma (cap jelek) di tengah-tengah masyarakat.
“Seorang Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS bukan zamannya lagi dikucilkan. Tapi justru diberikan dukungan semangat hidup agar mereka bisa bertahan secara psikologik sampai ajal menjemputnya,” kata Ketua Tim Klinik Mawar dr. Simanjuntak, kemarin.
Para Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS bukanlah hantu atau gunderuwo yang harus dihindari. Karena penyakit yang bersarang ditubuh mereka, tidak mudah menular ke tubuh orang lain yang sehat.
Penyakit HIV dan AIDS ini hanya menular lewat tiga cara saja. Antaranya, transfusi darah, jarum suntik dan hubungan seksual. Ketigannya merupakan hal utama yang dapat menyebabkan HIV dan AIDS bersarang dalam tubuhnya. Hubungan seks misalnya, hubungan seks dengan seorang yang berjangkit, prosesnya melalui pemindahan cairan badan seperti sperma, atau darah dari tubuh seseorang ke tubuh seseorang yang lain. Melalui darah yang telah dijangkiti HIV, umpamanya menggunakan jarum suntikan yang tidak steril, pemindahan darah atau organ-organ badan. Kemudian bisa juga dari ibu yang telah dijangkiti HIV kepada anaknya semasa kehamilan, kelahiran atau penyusuan.
Sedangkan aktivitas lainnya, seperti berenang bersama orang yang terjangkit HIV dan AIDS, berciuman, bersentuhan dan sebagainya tidak menularkan ke tubuh kita. Ingat katanya, jangkitan HIV tidak seperti virus selesma (flu). Ia tidak bisa berjangkit melalui udara.
“Jadi sekali lagi saya tekankan kita tidak perlu khawatir akan dijangkiti virus HIV melalui pergaulan biasa dengan penghidap HIV. Apalagi sampai menjauhinya,” tekannya lagi.
Dijelaskannya juga, virus HIV hanya bisa hidup dalam tubuh manusia. Ia akan mati bila sudah berada di udara terbuka. “Jadi apa yang diinginkan John (28) seorang Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS pasien kita di sini memang betul. Bahwa di akhir hidupnya tak ingin dikucilkan, Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS ini benar karena yang selama ini terjadi penyakit HIV dan AIDS sering menjadi momok di tengah masyarakat bahkan sudah menjadi stigma,” tambah pengasuh Klinik Mawar saat berada di ruang inap John, beberapa hari lalu.
Sumber :