Apa Yang Harus Dilakukan Keluarga Orang Yang Hidup Dengan HIV dan AIDS?

November 28th, 2009 by evelyn

Hidup sebagai orang yang hidup dengan HIV dan AIDS  tidaklah mudah. Perasaan sensitif menyebabkan orang yang hidup dengan HIV dan AIDS  semakin mengucilkan diri dari komunitasnya. Untuk itu, orang yang hidup dengan HIV dan AIDS sangat membutuhkan dukungan untuk mempersiapkan mental, menenangkan diri, dan membangkitkan semangat hidup. Mereka juga berharap keluarga memahami keberadaan mereka.

Kebanyakan keluarga menghadapi beberapa masalah dalam memahami keberadaan orang yang hidup dengan HIV dan AIDS. Yang utama, akibat kurangnya informasi, sehingga menimbulkan ketakutan pada keluarga (orang tua, kakak, adik, pasangan, temanl). Hal ini semakin diperburuk oleh adanya ketakutan pada masyarakat, dan ketidaksiapan rumah sakit merawat penderita HIV dan AIDS. Sebagian rumah sakin menolak menerima pasien orang yang hidup dengan HIV dan AIDS.

Sesungguhnya orang yang hidup dengan HIV dan AIDS membutuhkan sentuhan yang lebih manusiawi. Mereka berharap diperlakukan tidak berbeda, dijamin kerahasiaan status HIV-nya, persahabatan & rasa empati, tetap aktif bekerja (jika masih produktif), dukungan & bantuan dari lingkungan sekitar, dukungan & perawatan ketika sakit, dukungan & kerjasama dari pasangan.

Yang kerap menjadi kebingungan keluarga adalah apa yang harus dilakukan keluarga bila orang yang hidup dengan HIV dan AIDS mengalami gejala demam, diare, masalah kulit, gangguan mulut dan tenggorokan, mual dan muntah, nyeri, kelelahan dan kelemahan, depresi, dll?

Di bawah ini tindakan yang bisa dilakukan keluarga keluarga dalam memberikan perawatan kepada orang yang hidup dengan HIV dan AIDS.

1. Demam :
o Menyelimuti orang yang hidup dengan HIV dan AIDSatau memberikan baju hangat.
o Jangan mencoba mendinginkan badan orang yang hidup dengan HIV dan AIDS ( memberi kompres, memandikan atau menyiramkan air ).
o Usahakan supaya orang yang hidup dengan HIV dan AIDS cukup minum.
o Berikan penderita HIV dan AIDS obat penurun panas, seperti : Aspirin , Parasetamol.dll.

2. Diare. Ada tiga prinsip penting yang harus diperhatikan :
• Minum cairan lebih banyak dari biasanya.
• Teruskan makan seperti biasanya.
• Kenali tanda – tanda kurang cairan atau dehidrasi.

3. Masalah kulit
• Membersihkan kulit dengan teratur dengan menggunakan sabun dan air kemudian mengeringkannya untuk mencegah masalah – masalah : seperti : gatal –gatal, kulit kering, infeksi jamur, bakteri, virus.
• Mengurangi gatal bisa juga dengan cara berikut :
 Mendinginkan kulit dengan air atau diangin-anginkan.
 Mengolesi obat lotion anti gatal.
 Kuku harus di potong pendek untuk mencegah lecet akibat garukan, dan menggaruk dengan telapak tangan.

4. Gangguan mulut dan tenggorokan
Penyebabnya adalah : infeksi jamur, herpes simpleks, kurang gizi, sarkoma kaposi, masalah gigi dan sebagainya.
Untuk mengatasinya :
o Makan makanan yang bergizi, seperti buah, sayuran.
o Untuk mengurangi rasa sakit, makan makanan lunak, hindari makanan pedas, bila minum pakai sedotan.

Untuk mencegah masalah di mulut dapat digunakan larutan air garam ( 1 gelas air + ½ sendok teh garam ) untuk kumur- kumur.

5. Mual dan muntah.
Pada orang yang hidup dengan HIV dan AIDS yang muntah lakukan cara berikut:
• Hentikan makanan / minuman selama satu sampai dua jam.
• Perlahan – lahan minum air hangat kuku, teh encer, Oralit 2 sendok makan setiap jam selama 2-3 jam.
• Tingkatkan jumlah cairan sampai 4-6 sendok makan setiap jam selama 2-3 jam dan tingkatkan terus.
• Makanan yang dianjurkan adalah makanan yang mudah dicerna.
• Ruangan harus cukup ventilasi.

6. Nyeri
Muncul pada orang yang hidup dengan HIV dan AIDS fase lanjut. Penyebabnya adalah karena kurang gerak. Cara menangani nyeri:
• Menganjurkan orang yang hidup dengan HIV dan AIDS untuk menarik nafas dalam dan teratur.
• Menghilangkan kecemasan orang yang hidup dengan HIV dan AIDS.
• Melakukan pemijitan ringan.
• Memberikan obat anti nyeri ringan seperti : aspirin / parasetamol.

7. Kelelahan dan kelemahan
Keluhan ini muncul pada fase akhir penyakit yang dapat ditimbulkan oleh adanya infeksi HIV atau yang berkaitan dengan HIV, gizi yang buruk, depresi, kurang hemoglobin dalam darah ( anemia ). Untuk mengurangi keluhan ini lakukan cara berikut :
• Pilahlah pekerjaan yang dapat dilakukan sendiri atau perlu bantuan keluarga.
• Istirahat yang cukup.
• Keluarga harus aktif membantu pekerjaan orang yang hidup dengan HIV dan AIDS.

8. Kecemasan dan Depresi
Sering muncul pada tahap awal mengetahui status HIV ( + ).
Tanda- tandanya dan cara mengatasinya :
• Prinsipnya keluarga harus memberikan kesempatan orang yang hidup dengan HIV dan AIDS untuk bicara dan mengungkapkan perasaannya, orang yang hidup dengan HIV dan AIDS hanya butuh di dengar.
• Perlu kelompok dukungan .
• Alkohol tampaknya memang bisa membuat relaks, tetapi pada akhirnya akan membuat kecemasan / depresi semakin parah.
• Keluhan-keluhan di atas dirujuk jika tidak dapat diatasi di rumah.

9. Perawatan paliatif
Pada tahap akhir penyakit AIDS tidak ada lagi yang bisa diperbuat untuk mengatasi infeksi oportunistik atau gejala lain yang timbul.. Pada tahap ini perawatan hanya untuk memberikan rasa nyaman saja pada orang yang hidup dengan HIV dan AIDS. Perawatan seperti ini disebut perawatan paliatif.
Kapan di mulai?
• Bila pengobatan medis tidak tersedia atau sudah tidak efektif.
• Bila orang yang hidup dengan HIV dan AIDS mengatakan sudah siap meninggal dan tampak sangat sakit ( parah ).
• Pada keadaan ini orang yang hidup dengan HIV dan AIDS harus diberikan semangat untuk tidak menyerah.
• Bila organ yang vital seperti, jantung, paru hati sudah mengalami kegagalan fungsi.

Di mana perawatan diberikan? Bisa di rumah maupun di rumah sakit. Sebagian orang yang hidup dengan HIV dan AIDS dan keluarganya ingin orang yang hidup dengan HIV dan AIDS meninggal di rumah.

Tujuan perawatan paliatif adalah membuat klien merasa nyaman dan terhindar dari masalah yang membuat mereka resah, membantu mereka untuk tetap mandiri, menghibur saat klien berduka cita, membantu klien dan keluarga menyiapkan kematian, dan membantu klien agar tetap bisa ada di masyarakat dan keluarga selagi masih bisa.

 

Sumber :

 

BKKBN

One Response to “Apa Yang Harus Dilakukan Keluarga Orang Yang Hidup Dengan HIV dan AIDS?”

  1. Artikelnya sangat mendidik. Hal hal semacam ini kadang sering sekali dilupakan. good post bro

Leave a Reply

Gallery

Poster OLE Surabaya One Life Evolution hadir 3 tempat di Jakarta : 13-15 Nov’09 Lapangan Parkir Dufan Taman Impian Jaya Ancol, 20-22 Nov’09 Gedung Serba Guna La Piazza MKG, 27 Nov-01 Des’09 South Lobby Pacific Place SCBD.
5889_127497927128_113075297128_2337893_7825485_n One Life Evolution Bali
5889_127495167128_113075297128_2337829_6512037_n One Life Evolution Bali
Seorang pelajar memperhatikan seksama ruang kehidupan Srey Mom seorang yang terinfeksi asal Kamboja, sambil mendapatkan penjelasan lewat audio headset tentang perjuangannya. Lorong Srey Mom
Dengan panduan audio headset, seorang pengunjung One Life Evolution sedang mendengarkan sambil mengamati ruang bermain Tasya (4 tahun) yang terinfeksi HIV Lorong Tasya