Terharu Semangat Para Orang yang hidup dengan HIV dan AIDS Menjalani Hidup

December 8th, 2009 by evelyn

NGOMONGIN soal HIV dan AIDS terdengar mengerikan karena yang kita hadapi adalah virus yang sangat berbahaya. Tapi, sebenarnya kalau kita paham tentang penyakit itu, kita nggak akan takut berlebihan hingga mengucilkan orang-orang yang mengidap HIV dan AIDS.

Jangan sampai kita sebagai manusia normal mengucilkan para penderita HIV dan AIDS. Sebab, mereka juga manusia biasa yang butuh kasih sayang dan perhatian. Mereka kan udah menderita karena penyakitnya, masak dibikin lebih menderita

lagi dengan perlakuan nggak adil dari orang-orang di sekitarnya.

Aku pernah berinteraksi langsung dengan Orang yang hidup dengan HIV dan AIDS. Ceritanya, ketika awal-awal aku pindah ke Jakarta, dalam sebuah acara rohani, aku dan teman-teman berkunjung ke pusat rehabilitasi di Jakarta. Di tempat rehabilitasi itu, nggak hanya penderita HIV dan AIDS, ada juga yang kecanduan narkoba atau depresi karena masalah hidup.

Mayoritas usianya masih seumuran aku. Misi kami datang ke sana adalah untuk menghibur dan member semangat hidup kepada mereka. Reaksi kami ketika pertama tiba di sana macam-macam. Ada temanku yang sempat takut, “Gimana ya kalau gue ntar kena juga karena berdekatan sama mereka?”

Tapi, setelah mendapat pengarahan dari panti rehabilitasinya, kita jadi lebih yakin. Panti menegaskan bahwa kalau cuma ngobrol sama mereka, kita nggak akan tertular. Tibalah saatnya kami berinteraksi dengan para penderita HIV dan AIDS di panti itu. Ada yang menatap penuh keheranan. Ada yang terlihat antusias. Ada pula yang malah kelihatan enggan.

Ya, wajarlah, mereka sudah sering mengalami penolakan dari lingkungan sekitar. Maka, kalau bertemu orang asing, mereka agak menutup diri. Dengan tekad ingin menghibur dan memotivasi, kami mengajak mereka ngobrol secara personal. Kami ingin meyakinkan mereka bahwa niat kami tulus ingin menjadi teman bagi mereka.

Akhirnya, ekspresi penolakan tadi berubah jadi kehangatan. Suasana yang tadinya tegang jadi cair. Mereka tak lagi sungkan bercerita tentang masalahnya kepada kami. Dari obrolan tersebut, aku jadi tahu bahwa salah satu hal yang bisa membuat mereka bertahan adalah semangat mereka untuk hidup dan mengisi sisa hidup dengan hal-hal yang bermanfaat.

Sebab, jika mereka udah tidak memiliki semangat hidup, kemungkinan untuk bertahan atau sembuh semakin kecil. Dari para Orang yang hidup dengan HIV dan AIDSĀ  itu, aku mendapatkan pelajaran soal menghargai hidup. Jangan sia-siakan hidupmu dan isilah dengan kegiatan yang bermanfaat, dan jangan memberikan Stigma dan Diskriminasi kepada Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS.

Sumber :

GO Jawa Post

Leave a Reply

Gallery

Poster OLE Surabaya One Life Evolution hadir 3 tempat di Jakarta : 13-15 Nov’09 Lapangan Parkir Dufan Taman Impian Jaya Ancol, 20-22 Nov’09 Gedung Serba Guna La Piazza MKG, 27 Nov-01 Des’09 South Lobby Pacific Place SCBD.
5889_127497927128_113075297128_2337893_7825485_n One Life Evolution Bali
5889_127495167128_113075297128_2337829_6512037_n One Life Evolution Bali
Seorang pelajar memperhatikan seksama ruang kehidupan Srey Mom seorang yang terinfeksi asal Kamboja, sambil mendapatkan penjelasan lewat audio headset tentang perjuangannya. Lorong Srey Mom
Dengan panduan audio headset, seorang pengunjung One Life Evolution sedang mendengarkan sambil mengamati ruang bermain Tasya (4 tahun) yang terinfeksi HIV Lorong Tasya