Memerangi HIV dan AIDS

December 15th, 2009 by evelyn

Beberapa tahun belakangan, angka kasus endemi HIV dan AIDS meningkat tajam di seluruh Indonesia. Wabah ini terutama dipicu oleh para penyalahguna narkoba suntik dan para pekerja seks komersil. Akibatnya, resiko tertular anak muda di Indonesia menjadi semakin tinggi. Bahkan menurut perkiraan, menjelang 2010 sekitar 110.000 orang Indonesia akan menderita atau meninggal karena AIDS. Sedangkan jutaan lainnya akan terjangkit HIV positif.

Sementara itu prevalensi HIV di kalangan ibu hamil yang menjalani tes masih berada di bawah tiga persen. Sayangnya data untuk penduduk secara umum masih kurang.  Kendala utamanya adalah stigma, diskriminasi dan kurangnya pengetahuan masyarakat. Pada 2003, satu per tiga remaja putri dan satu per lima remaja putra usia antara 15-24 tahun ternyata belum pernah mendengar tentang HIV dan AIDS. Situasi ini semakin parah karena obat anti retroviral sangat minim.

Kecenderungan menunjukkan bahwa Indonesia dalam waktu dekat akan beresiko mengalami epidemi yang lebih besar. Peningkatan kasus penularan HIV di kalangan kelompok beresiko di beberapa daerah di Indonesia menjadi salah satu indikator potensi kenaikan yang cukup mengkhawatirkan.

Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai penyakit menular ini melalui pendidikan dan advokasi masyarakat menjadi hal yang utama. Tujuannya untuk mencegah penyebaran epidemi ini lebih luas lagi. Kalau tidak, maka stigma, diskriminasi dan ketidaktahuan akan tetap menjadi kendala bagi upaya penanggulangan lebih jauh.

Sumber :

Unicef

Beberapa tahun belakangan, angka kasus endemi HIV dan AIDS meningkat tajam di seluruh Indonesia. Wabah ini terutama dipicu oleh para penyalahguna narkoba suntik dan para pekerja seks komersil. Akibatnya, resiko tertular anak muda di Indonesia menjadi semakin tinggi. Bahkan menurut perkiraan, menjelang 2010 sekitar 110.000 orang Indonesia akan menderita atau meninggal karena AIDS. Sedangkan jutaan lainnya akan terjangkit HIV positif.

Sementara itu prevalensi HIV di kalangan ibu hamil yang menjalani tes masih berada di bawah tiga persen. Sayangnya data untuk penduduk secara umum masih kurang.  Kendala utamanya adalah stigma, diskriminasi dan kurangnya pengetahuan masyarakat. Pada 2003, satu per tiga remaja putri dan satu per lima remaja putra usia antara 15-24 tahun ternyata belum pernah mendengar tentang HIV dan AIDS. Situasi ini semakin parah karena obat anti retroviral sangat minim.

Kecenderungan menunjukkan bahwa Indonesia dalam waktu dekat akan beresiko mengalami epidemi yang lebih besar. Peningkatan kasus penularan HIV di kalangan kelompok beresiko di beberapa daerah di Indonesia menjadi salah satu indikator potensi kenaikan yang cukup mengkhawatirkan.

Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai penyakit menular ini melalui pendidikan dan advokasi masyarakat menjadi hal yang utama. Tujuannya untuk mencegah penyebaran epidemi ini lebih luas lagi. Kalau tidak, maka stigma, diskriminasi dan ketidaktahuan akan tetap menjadi kendala bagi upaya penanggulangan lebih jauh.

Sumber :

UnicefBeberapa tahun belakangan, angka kasus endemi HIV dan AIDS meningkat tajam di seluruh Indonesia. Wabah ini terutama dipicu oleh para penyalahguna narkoba suntik dan para pekerja seks komersil. Akibatnya, resiko tertular anak muda di Indonesia menjadi semakin tinggi. Bahkan menurut perkiraan, menjelang 2010 sekitar 110.000 orang Indonesia akan menderita atau meninggal karena AIDS. Sedangkan jutaan lainnya akan terjangkit HIV positif.

Sementara itu prevalensi HIV di kalangan ibu hamil yang menjalani tes masih berada di bawah tiga persen. Sayangnya data untuk penduduk secara umum masih kurang.  Kendala utamanya adalah stigma, diskriminasi dan kurangnya pengetahuan masyarakat. Pada 2003, satu per tiga remaja putri dan satu per lima remaja putra usia antara 15-24 tahun ternyata belum pernah mendengar tentang HIV dan AIDS. Situasi ini semakin parah karena obat anti retroviral sangat minim.

Kecenderungan menunjukkan bahwa Indonesia dalam waktu dekat akan beresiko mengalami epidemi yang lebih besar. Peningkatan kasus penularan HIV di kalangan kelompok beresiko di beberapa daerah di Indonesia menjadi salah satu indikator potensi kenaikan yang cukup mengkhawatirkan.

Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai penyakit menular ini melalui pendidikan dan advokasi masyarakat menjadi hal yang utama. Tujuannya untuk mencegah penyebaran epidemi ini lebih luas lagi. Kalau tidak, maka stigma, diskriminasi dan ketidaktahuan akan tetap menjadi kendala bagi upaya penanggulangan lebih jauh.

Sumber :

Unicef

One Response to “Memerangi HIV dan AIDS”

  1. FREDDIE says:


    Pillspot.org. Canadian Health&Care.Best quality drugs.No prescription online pharmacy.Special Internet Prices. Low price drugs. Buy pills online

    Buy:Super Active ED Pack.Viagra.Cialis.Propecia.Levitra.Cialis Professional.Soma.Cialis Super Active+.Viagra Professional.Viagra Super Force.Viagra Super Active+.Tramadol.Zithromax.Maxaman.Cialis Soft Tabs.Viagra Soft Tabs.VPXL….

Leave a Reply

Gallery

Poster OLE Surabaya One Life Evolution hadir 3 tempat di Jakarta : 13-15 Nov’09 Lapangan Parkir Dufan Taman Impian Jaya Ancol, 20-22 Nov’09 Gedung Serba Guna La Piazza MKG, 27 Nov-01 Des’09 South Lobby Pacific Place SCBD.
5889_127497927128_113075297128_2337893_7825485_n One Life Evolution Bali
5889_127495167128_113075297128_2337829_6512037_n One Life Evolution Bali
Seorang pelajar memperhatikan seksama ruang kehidupan Srey Mom seorang yang terinfeksi asal Kamboja, sambil mendapatkan penjelasan lewat audio headset tentang perjuangannya. Lorong Srey Mom
Dengan panduan audio headset, seorang pengunjung One Life Evolution sedang mendengarkan sambil mengamati ruang bermain Tasya (4 tahun) yang terinfeksi HIV Lorong Tasya